Aku Cinta Indonesia : Belajar Nilai Kehidupan di Desa Waerebo

Waerebo, salah satu desa warisan UNESCO yang menjadi daya tarik wisatawan dunia ini sangat terkenal di kalangan traveler baik dalam foto di instagram maupun travel story mereka yang sudah datang ke tempat ini. Saya pun bertekad agar bisa datang ke desa ini untuk melihat keadaan alam dan keunikan desa ini.

Bulan Juli 2016 lalu saya berkesempatan untuk datang dan melihat secara langsung desa yang sangat populer tersebut. Saya dan teman-teman yang akan menuju waerebo berkumpul di Bali, kami sudah membeli tiket pesawat tujuan Bali – Labuan Bajo jauh-jauh hari karena kami ingin mendapatkan harga yang murah. Ada beberapa maskapai yang bisa kita pakai agar kita bisa ke Labuan Bajo antara lain Nam Air, Wings Air dan Garuda Indonesia. Pilihan kami jatuh pada Nam Air karena sesuai dengan budget dan itinerary kami.

CIMG1382-01

Nam Air rute Bali-Labuan Bajo

Sesampai di Labuan Bajo kami menginap di salah satu hotel yang murah sesuai dengan budget kami, sebenarnya banyak hotel di daerah Labuan Bajo ini tapi kami memilih hotel yang dekat dengan akses tercepat menuju pantai. Keesokan harinya saya dan teman – teman harus menuju desa denge terlebih dahulu yang merupakan desa terakhir sebelum trekking ke waerebo, perjalanan menggunakan motor matic dari labuan bajo sampai di desa denge menempuh waktu 6 jam dengan beberapa kali berhenti agar tidak capek karena kami akan melanjutkan trekking.

IMG20160706142602-01

Perjalanan Pakai Motor

Perjalanan di mulai jam 8 pagi dan sampai di desa denge jam 2 siang, kami menuju rumah pak blasius yang merupakan tempat informasi wisatawan yang akan ke waerebo. Setelah makan siang di rumah pak blasius, kami pun berangkat menuju waerebo dengan menggunakan jasa guide dari pak blasius. Trekking melewati hutan sepanjang 9 km untuk sampai di desa waerebo kami tempuh 4 jam, ketika sampai di desa waerebo sudah jam 7 malam. Kami mengikuti upacara penyambutan tamu terlebih dahulu agar para leluhur menerima kami di desa waerebo. Upacara ini wajib di lakukan untuk setiap tamu yang akan datang berkunjung maupun menginap di desa waerebo.

IMG_3630-01

Pak Matius – Penduduk asli Waerebo

1469241712811-01

Bersama anak-anak Waerebo

Suasana desa yang tenang membuat saya merasa nyaman berada di desa ini, bertemu dengan beberapa penduduk desa yang dengan antusias menyambut saya dan saya pun merasa diterima di desa ini. Satu hal yang saya dapat yaitu semua orang di desa ini sangat menghargai satu sama lain, tamu-tamu yang baru mereka kenal dan temui pasti setuju dengan apa yang saya katakan ini.

Keesokan hari ketika matahari bersinar dengan cerah, saya sudah ada di halaman rumah penduduk desa waerebo, ingin berbincang-bincang dengan penduduk dan bermain dengan anak-anak waerebo. Sungguh sangat indah suasana alam sekitar desa waerebo ini dan penduduknya pun rajin bekerja, pagi-pagi mereka sudah pergi ke kebun kopi untuk bekerja. Penghasil utama di waerebo ini adalah biji kopi, ketika kalian berkunjung ke waerebo maka kalian bisa minum kopi setiap saat, dan rasanya sangat enak menurut saya. Bagi kalian pencinta kopi mungkin kalian bisa menyempatkan datang ke waerebo yang terkenal juga kopinya.

IMG_3595-01

Kegiatan Menjemur Kopi

CIMG1423-01

Kopi Waerebo

Apabila suatu saat kalian mengunjungi desa ini, pastikan kalian membawa buku bacaan karena di desa ini sudah ada Rumah Pintar di buat untuk anak-anak waerebo menambah wawasan ilmu pendidikan. Menyenangkan sekali berada di tempat ini, banyak hal yang saya pelajari ketika ada di desa waerebo. Mungkin suatu saat saya akan kembali lagi dan ingin memanen kopi bersama penduduk waerebo. #AkuCintaIndonesia

Iklan

9 pemikiran pada “Aku Cinta Indonesia : Belajar Nilai Kehidupan di Desa Waerebo

Mari Berbincang Kakak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s