MENGEJAR BLUE FIRE SANG PENGGODA WISATAWAN

Siang itu saya dan jonny menepi di sebuah toko untuk berteduh karena hujan begitu deras, satu jam berlalu hujan masih terus turun. Jam sudah menunjukan pukul 3 sore, saya sempat cemas apakah nanti malam langit akan cerah. Setelah 30 menit hujan pun reda, kami bergegas meninggalkan toko itu dan menuju ke arah paltuding yang merupakan basecamp dan tempat pendakian kawah ijen.

Kawah ijen sangat popular di kalangan wisatawan asing. Kami sampai di paltuding jam 6.15 sore, udara yang dingin membuat kami bergegas untuk menyewa tenda yang akan kami pakai untuk beristirahat sebelum mendaki menuju puncak ijen. Tenda kami pasang di lapangan yang merupakan area untuk mendirikan tenda, setelah itu kami pun mengisi perut yang sudah lapar. Hawa dingin membuat kami dengan lahap memakan nasi goreng di tambah semangkok mie kuah hangat. Orang-orang di sekitar membuat api unggun untuk menghangatkan badan mereka, kami enggan bergabung karena badan terasa capek. Melihat situasi area paltuding yang makin rame di kunjungi oleh orang-orang yang penasaran dengan blue fire yang sangat popular tersebut.

Kami memutuskan untuk langsung beristirahat di tenda, dengan perengkapan seadanya dan kondisi tubuh yang capek maka kami cepat tertidur. Jam 12.30 dini hari suara alarm membangunkan kami dari mimpi, kami bangun lalu mempersiapkan apa yang akan kami bawa ke atas. Setelah siap kami menuju loket pendaftaran dan ingin membeli tiket masuk, ternyata loket belum buka. Apa boleh buat kami menunggu sambil bercerita dengan sesama wisatawan yang akan naik melihat blue fire kawah ijen.

Jam menunjukan pukul 01.00 dini hari, para wisatawan asing sudah mulai berdatangan. Tak hanya wisatawan asing, para wisatawan domestik pun tak mau kalah untuk bisa melihat blue fire kawah ijen. Jam 01.30 loket sudah dibuka dan saya mendapat antrian ketiga, lumayan supaya bisa cepat-cepat mendaki. Tiket sudah di dapat, kami pun melakukan pendakian yang terbilang sangat mudah untuk pemula, udara dingin dan tanjakan yang terus menerus membuat kami kadang berhenti untuk beristirahat, di tengah-tengah jalan menuju ke atas kami bertemu dengan seorang penambang belerang yang akan bekerja. Sempat bercerita soal kehidupan dia dan pekerjaan yang sudah menghidupinya selama hampir 35 tahun.

Dengan keberadaan kawah ijen yang merupakan tambang belerang dan juga merupakan sarana wisata yang sudah membooming sampai di luar negri maka sebagian masyarakat menggantungkan penghasilan dari kawah ijen ini. Tak terasa kami sudah sampai di puncak dan segera menuju kawah, jalan yang curam membuat kami harus berhati-hati agar tidak terpeleset maupun jatuh. Samar-samar kami melihat blue fire yang sangat indah, suasana berasap karena adanya penambangan belerang membuat kami hanya melihat momen langka tersebut tanpa mengabadikan momen tersebut. Sunguh indah blue fire kawah ijen, gak heran wisatawan asing berjuang untuk melihat kejadian unik yang hanya ada 2 di dunia.

Iklan

Mari Berbincang Kakak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s