LIHATLAH SESEKALI KE BELAKANG APAKAH TEMANMU MASIH MENGIKUTI

PING!!! Terdengar bunyi nada blackberry messenger dari handphoneku. Sahabat lama yang sekarang bekerja di jogja mengirim pesan “Mon, mau trip kemana lagi? Ajakin aku ya klo pergi”. Sambil berpikir ingin kemana dengan iseng ku balas “Rinjani bro, ikut gak?”. Tak ada balasan sehingga membuatku tertidur lelap di tengah malam yang semakin larut.

Saya pun memposting di salah satu website backpacker untuk mencari teman perjalanan untuk mendaki gunung rinjani, seminggu berjalan saya menerima beberapa pesan dari postingan di website tersebut yang menyatakan bahwa mereka ingin bergabung dengan saya untuk mendaki rinjani. Akhirnya dengan tekat yang sudah bulat untuk mendaki rinjani, saya mendapatkan 9 teman untuk melakukan pendakian.

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Waktu semakin dekat kami akan melakukan perjalanan ke bagian timurnya Indonesia tepatnya di pulau Lombok,NTB. Tanggal 21 Juli – 24 Juli 2015 menjadi hari dimana kami akan memulai pendakian gunung rinjani. Segala sesuatu sudah kami siapkan untuk pendakian tersebut.

Kami berjanji untuk melakukan meeting point di bandara Lombok, tanggal 20 juli 2015 kami sudah berkumpul semua dan saling berkenalan. Segala urusan registrasi dan perlengkapan untuk mendaki sudah diurus dan akhirnya kami memulai pendakian pada jam 8 pagi. Terik matahari seolah menyambut kami, beberapa jam sudah kami berjalan dengan mengendong tas dengan ukuran besar di punggung kami. Di tengah perjalanan saya mendapat masalah dikaki saya, kram yang membuat saya harus berhenti sejenak. Beruntung mempunyai teman yang sabar menunggu dan membantu saya agar dapat melanjutkan perjalanan. Hawa yang dingin membuat kami membuka tenda di pos extra 3 untuk bermalam.

Keesokan harinya kami akan melanjutkan perjalanan menuju plawangan sembalun yaitu pos terakhir sebelum summit menuju puncak rinjani. Perjalanan sangat sulit karena kami harus menyelesaikan 7 bukit penyesalan sebelum berkemah di plawangan sembalun. Dengan semangat kamipun bisa melewati bukit tersebut. Mempersiapkan apa yang harus dibawa saat summit ke puncak dan tenaga yang fit membuat kami harus memperhitungkan waktu untuk beristirahat.

Pukul 00.00 kami memulai summit dan fajar memperlihatkan cantiknya sinar matahari di pagi hari membuat kami kagum akan pencipta kami. Sebagian teman sudah sampai di puncak rinjani, saya dan dua orang teman masih berjuang untuk bisa sampai di puncak rinjani. Teman yang baik tidak akan meninggalkan temannya berjuang sendirian. Kata ini menggambarkan semangat kami ketika kami semua berhasil sampai di puncak rinjani. Apalah arti kebersamaan sebuah team ketika seseorang di tinggal jauh di belakang? Arti kebersamaan itu ada ketika semua team merasakan bahwa kita semua adalah team.

“Ingatlah bahwa tidak ada istilah meninggalkan teman saat mendaki gunung, jangan fokus pada kaki sendiri. Lihatlah sesekali ke belakang apakah temanmu masih mengikuti”.

Iklan

Mari Berbincang Kakak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s